Katsujiro UenoBaru saja saya sampai di kantor. Segelas air putih yang begitu bening sudah menunggu. Saya pun meminumnya. Alhamdulillah segarnya. Saya pun mulai bersiap untuk bekerja. Alah kerja yang saya gunakan adalah komputer. Bersyukur komputer disini online terus sehingga kami bisa mengakses internet secara gratis. Baru saja saya membuka facebook (FB), saya langsung surpraise. Sebuah pesan masuk dari FB Mr. Katsujiro Ueno yakni: “Katsujiro Ueno shared a link http://katsujiro-ueno.blogspot.com/2013/09/membaca-adalah-menulis-kata-sahabat.html. Saya langsung buka linknya. FAMili semua bisa baca tulisan terbarunya dengan judul Membaca adalah “Menulis”, kata sahabat saya Wilson Lalengke. Tulisan ini memuat informasi Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia.

Saya sudah menduga bahwa Mr. Ueno akan menulis pertemuan kami bertiga yakni Saya sendiri Efri S. Bahri, Wilson Lalengke (Ketum PPWI Pusat) dan Mr. Katsujiro Ueno (Sekjen Perkumpulan Persahabatan Indonesia Tochigi [PPIT]). Karena memang Mr. Ueno sangat memberikan perhatian terhadap budaya menulis dan membaca. Perhatian ini diwujudkannya dengan menerbitkan sebuah direktori 10 tahun.

Dengan dimuatnya FAM Infonesia di blog beliau, membuat FAM betul-betul mengglobal melengkapi keberadaan anggota FAM yang sudah ada di luar negeri. Tantangan bagi kita khususnya saya pribadi bagaimana mulai belajar bahasa global seperti: Bahasa Jepang, Inggeris, Jerman, Arab dan lainnya. Lalu tantangan kedua adalah bagaimana kita bisa menghasilkan karya-karya yang bermanfaat bagi peradaban manusia.

Sebagai bentuk apresiasi kepada Mr. Ueno saya pun langsung beli karya beliau yakni buku diari 10 tahun. Buku itu saya bawa pulang. Dan sesuai dengan penjelasan Mr. Ueno bahwa buku ini sangat tepat kalau dimulai dari anak-anak diusianya 10 tahun. Kebetulan juga putra saya yang nomor dua umurnya 10 tahun. Malam itu juga saya jelaskan kepada anak saya yang bernama Abdullah Mubarok bahwa buku ini dari orang Jepang dan cocok buat Abdullah. Saya jelaskan secara singkat penggunaannya bahwa buku ini diisi tiap hari dan terus diisi selama sepuluh tahun. Singkat cerita anak saya begitu bersemangat.

Menyaksikan anak saya bersemangat saya pun mengotakatik komputer membuat format isian dengan sedikit modifikasi. Dengan harapan ketika saya sudah beli lagi buku beliau, apa yang saya simpan di komputer itu akan saya pindahkan ke buku diari 10 tahun itu.

Begitulah ilmu yang dibagi Mr, Ueno sangat sederhana namun aplikatif cocok buat para penulis. Maka, ia begitu berharap kepada keluarga besar FAM Indonesia untuk bisa menjadi penggerak gerakan membaca dan menulis. Hal ini tentu akan memberikan pencerahan dan kontribusi yang besar bagi kemajuan bangsa. Karya-karya tulis yang sudah dihasilkan apapun bentuknya baik puisi, cerita pendek, novel, essai dan lainnya tentu akan membuat peradaban kita bisa berubah dengan syarat hal itu dilakukan dengan berkelanjutan.

Kesempatan begitu terbuka luas. Untuk itu, mari kita mulai dari diri sendiri untuk menjadi bagian dari insan yang memberikan pencerahan dan perubahan. Mr. Katsujiro Ueno telah memulainya. Ia telah berbuat untuk membawa FAM Indonesia ke dunia internasional atau global. Saya dan FAMili semua tentu akan berbuat yang sama untuk menjadikan diri kita serta wadah kita berhimpun menjadi menjadi semakin bermanfaat untuk kemajuan peradaban dunia.

Foto: Katsujiro Ueno, sumber: Sumber http://katsujiro-ueno.blogspot.com/2012_11_01_archive.html

Penulis, Efri S. Bahri Anggota FAM Indonesia (IDFAM 1157U)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *