Foto Gic

ITQANNews – Curah hujan yang tinggi di kawasan Sementera Barat mulai dari hari Jumat, menyebabkan Banjir dan Longsor dibeberapa wilayah Sumatera Barat. Salah satu negari yang dilanda Banjir Bandang adalah Nagari Bukik Batabuah.


Banjir Bandang yang datang tengah malam disaat masyarakat nagari beristirahat membawa material lahar dingin berupa lumpur, pasir dan batu yang debit nya tidak tertampung lagi oleh sungai Bukit Batabuah sehingga menerjang perumahan warga.

Saksi mata Kepala Jorong Batabuah Koto Baru Yuliadarman mengatakan, Banjir Bandang yang datang mendadak tengah malam pada hari sabtu jam 22.30 malam membuat warga panik hanya bisa menyelamatkan diri tanpa bisa menyelamatkan harta benda lainnya. Mencekam sekali malam itu kata Kepala Jorong Batabuah Koto Baru, batu batu sebesar meja berjatuhan seperti kelereng dan bunyi gemuruh yang membuat warga semakin panik ditengah listrk yang juga mati menambah mencekam malam itu.

Hal ini mengakibatkan jatuhnya korban baik yang meninggal maupun luka luka. Tercatat puluhan mengalami luka-luka, korban meninggal dunia sebanyak 8 orang dan masih dalam pencarian sebanyak 2 orang.

Salah satu titk pengungsian terletak di SD no 08 Simpang Bukik Jorong Kubang duo, sebanyak 101″jiwa mengungsi di sana kata Kepala Jorong Koto Baru Yuliadarman, Di pengungsian ini terdapat manula berkebutuhan khusus, balita dan bayi. Pengungsi sangat banyak namun sebagian memilih pengungsi di rumah sanak saudara dan sebagian lagi di gedung SD ini.

Kondisi pengungsi saat ini kalau untuk makan alhamdulilah lacar di sediakan oleh Dinas Sosial Kabupaten Agam maupun yang diantar oleh masyarakat secara spontan. Namun yang sangat mendesak saat ini adalah kebutuhan sanitasi maupun kesehatan. Karena kondisi pengungsi maupun lokasi yang darurat. Sangat dibutuhkan Sabun Mandi, pempers bayi dan manula, tisu basah dan kering untuk bayi, obat-obat bayi seperti minyak telon serta pakaian dalam wanita untuk dewasa maupun anak2.

Relawan lokal Global Insan Cita Foundation (GICF) Febriyon menambahkan untuk Posko GICF sendiri akan segera diaktifasi dan pusatkan di Rantiang Ameh Farm Jorong Batabuah Kotobaru Nagari Bukik Batabuah Kecamatan Candung kabupaten. Lebih lanjut, Jajang Fadli Direktur Program GICF menyampaikan bahwa belajar dari pengangan bencana gempa Cianjur semangat kolaborasi akan menjadi pola GICF untuk turut meringankan beban korban bencana. Untuk itu, GiCF mengetuk kepedulian para dermawan terutama para perantau minamg yang terkenal peduli untuk bersama sama peduli akan bencana yang melanda kampung halaman.

 

Bantuan anda dapat disalurkan melalui:

Bank Permata Syariah#1816086678
An. Yayasan Global Insan Cita

Info/konfirmasi Donasi: 0811-1800-537
Info aksi: 0822-8490-9244

www.globalinsancita.id

atau klikĀ wakafin.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *