Longsor, Siswa SMP Ar Royan Belajar di Masjid
Longsor, Siswa SMP Ar Royan Belajar di Masjid
Longsor, Siswa SMP Ar Royan Belajar di Masjid

BOGOR, SO–Hujan yang terjadi beberapa hari ini di Kabupaten Bogor khususnya di Kecamatan Tanjungsari mengakibatkan terjadinya longsor. Longsor terjadi di Desa Buanajaya pada lokasi yang terpisah mengakibatkan tiga rumah rusak berat dan hanyut dan dinding SMP Ar Royan berlobang dimasuki tanah yang teban akibat longsor.

Hal itu disampaikan Kepala Sekolah SMP Ar Ar Royan, Endang Suhud melalui pesan SMS siang ini.

Dalam pesannya, Endang Suhud mengabarkan kepada MPI –Mitra Peduli Indonesia–, bahwa gedung SMP Ar Royan Desa Buanajaya terkena longsor kerusakan cukup parah dan longsoran tanah hari demi hari terus terjadi. “Mohon bantuan dan doanya”, pesan Suhud.

Menurut Suhud longsor disebabkan karena setiap sore terjadi hujan deras. “Dimana kondisi struktur tanah berada di bukit serta terdapat resapan mata air sehingga tanah terbawa air yang akhirnya menimpa sekolah”, jelasnya

Pesan Suhud langsung direspon MPI. Direktur MPI Efri S. Bahri langsung menuju lokasi kejadian. Dan benar, longsor telah mengakibatkan ruang kelas SMP Ar Royan jebol. Terlihat tanah masuk ke ruang kelas. “Alhamdulillah tidak ada korban jiwa”, ungkap Efri yang terjun ke lokasi walaupun hujan deras terus mengguyur.

Menurut Efri akibat longsor ini maka untuk sementara para siswa belajar di Masjid Ar Royan yang tepat berada di depan gedung SMP. “Semoga proses belajar mengajar tidak terganggu dengan kajadian ini”, harap Efri. Untuk mengatasi hal itu, maka perlu dilakukan pengerukan dan pemindahan tanah dengan menggunakan alat berat.

Sebagai informasi dampak longsor ini telah mengakibatkan 2 (tiga) rumah rusak berat (hancur), 1 (sati) rumah hanyut dan dinding SMP Ar Royan yang jebol merupakan tempat belajar 2 kelas. Saat ini SMP Ar Royan memiliki 43 orang siswa dan 13 orang guru.

Untuk meringankan beban saudara-saudara kita dibutuhkan bantuan logistik pangan selama 1 bulan untuk 3 KK serta dukungan dana untuk pengerukan tanah dengan menggunakan alat berat serta pemasangan bronjong untuk mengantisipasi jangan sampai kejadian ini sampai terulang kembali.

Dilaporkan : efri

Sumber: http://www.sumbaronline.com, Senin, 26 November 2012 – 12:50:30 WIB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *